Sabtu, 28 September 2019

Tugas Penilaian Hutan_MNH5_171201041


Paper Penilaian Hutan                                                                               Medan,  September 2019
MANFAAT DAN NILAI EKONOMI KULIT KAYU MANIS (Cinnamomum burmani) SEBAGAI CONTOH KOMODITI KEHUTANAN
Dosen Penanggungjawab :
Dr. Agus Purwoko, S.Hut, M.Si

Disusun Oleh :
Sasti Dinia Afisah     171201041
MNH 5






Hasil gambar untuk LOGO USU









PROGRAM STUDI KEHUTANAN
FAKULTAS KEHUTANAN
UNIVERSITAS SUMATERA UTARA
MEDAN
2019


KATA PENGANTAR
            Puji dan syukur kami panjatkan kepada Tuhan Yang Maha Esa. Berkat rahmat-Nya penulis masih diberikan karunia berupa kesehatan dan kesempatan kepada penulis hingga saat ini, sehingga penulis masih dapat menyelesaikan tugas ini tepat pada waktunya.
            Tugas yang  berjudul “Manfaat dan Nilai Ekonomi Kulit Kayu Manis (Cinnamomun burmani) sebagai Contoh Komoditi Kehutanan”. Tugas ini disusun sebagai salah satu syarat penilaian dalam mata kuliah Penilaian Hutan Program Studi Kehutanan, Fakultas Kehutanan, Universitas Sumatera Utara.
            Kami juga mengucapkan banyak terima kasih kepada dosen penanggungjawab mata kuliah Penilaian Hutan yaitu  Dr. Agus Purwoko, S.Hut., M.Si dan penulis menyadari bahwa paper ini jauh dari kata sempurna, baik dari segi teknis mapaun penyusunan. Oleh sebab itu, penulis mengaharapkan kritikan dan saran dari para pembaca demi penyempurnaan paper ini.



                                                                                         Medan,      September 2019
                                                                                                            Penulis



DAFTAR ISI
                                                                                                                     Halaman
KATA PENGANTAR .......................................................................................... i

BAB I. PENDAHULUAN
          1.1 Latar Belakang ........................................................................................ 1
          1.2 Rumusan Masalah ................................................................................... 1
          1.3 Tujuan...................................................................................................... 1

BAB II. ISI
          2.1 Deskripsi Kayu Manis.............................................................................. 2
          2.2 Manfaat Ekonomi dari Kulit Kayu Manis .............................................. 3
          2.3 Cara Pembudidayaan Kulit Kayu Manis.................................................. 3

BAB III. PENUTUP
          Kesimpulan ................................................................................................... 5

DAFTAR PUSTAKA

























BAB I
PENDAHULUAN
1.1 Latar Belakang  
            Indonesia dikenal sebagai negara yang memiliki hutan terluas di dunia. Data statistik tahun 1993 mencatat luas hutan Indonesia sekitar 141,8 juta hektar. Keanekaragaman hayati yang di kandung oleh hutan Indonesia sangatlah melimpah. Dari hasil survei IBSAP ( Indonesian Biodiversity Strategy and Action Plan) pada tahun 2003 diketahui bahwa di Indonesia terdapat 515 jenis mamalia (36% endemik, peringkat pertama dunia), 35 jenis primate (25% endemik), 511 jenis reptil, 1.531 jenis burung (sebagian jenis endemik), 270 jenis amfibi, dan 212 jenis kupu-kupu (44% endemik). Selain memiliki keanekaragaman hayati yang tinggi, hutan Indonesia juga memiliki potensi ekonomi yang sangat tinggi, mulai dari potensi hutan yang bersifat kayu.
            Keragaman jenis tanaman hutan Indonesia sudah banyak diketahui manfaatnya, baik manfaat langsung (tangible) maupun manfaat tidak langsung (intangible). Tercatat 30.000 – 40.000 jenis tumbuhan tersebar di seluruh kepulauan Indonesia. Beberapa jenis komoditas yang cukup berperan dalam perdagangan di dalam dan luar negeri antara lain rotan, resin/tanin, getah jelutung, kayu manis, gaharu dan lain-lain. Salah satu komoditi kehutanan yang memiliki nilai ekonomi tinggi yaitu kayu manis. Kayu manis ( Cinnamomum burmanii ) merupakan sejenis pohon penghasil rempah-rempah yang beraroma,manis dan pedas. Kayu manis adalah salah satu bumbu makanan tertua yang digunakan manusia bumbu ini digunakan mesir kuno sekitar 5.000 tahun yang lalu.
1.2 Rumusan Masalah
1.      Bagaimana karakteristik kayu manis
3.      Apa saja potensi dari kayu manis
1.3 Tujuan
1.      Untuk mengetahui karakteristik kayu manis
2.      Untuk mengetahui manfaat dan nilai ekonomi dari kayu manis
3.      Untuk mengetahui potensi yang terdapat pada kayu manis

BAB II
ISI
2.1 Karakteristik dari Kayu manis
a.       Klasifikasi tanaman kayu manis :
Kingdom         : Plantae
Divisi               : Mangnoliophyta
Kelas               : Mangnoliopsida
Ordo                : Laurales
Famili              : Lauraaceae
Genus              : Cinnamomum
            Spesies            : Cinnamomum burmanni
b.      Morfologi tanaman kayu manis
Daun pada tanaman kayu manis memiliki daun tunggal yang memiliki sifat kaku seperti kulitnya dan memiliki 3 buah tulang daun yang tumbuhnya melengkung. Daun kayu manis berbentuk elips memanjang. Pada bagian bunga kayu manis memiliki dua buah kelamin atau disebut dengan bunga sempurna. Pada buah kayu manis memiliki biji berjumlah satu dan memiliki daging. Buah tersebut berbentuk bulat memanjang dan berwarna hijau tua untuk bunga yang muda sedangkan bunga yang tua berwarna ungu tua. Pada batang kayu manis tumbuh menjulang ke atas sekitar 5-15 meter yang kulit pohonnya berwarna abu-abu tua dengan bau khas. Cabang dan raanting kayu manis mengandung minyak atsiri yang menjadi komoditas ekspor.

2.2  Manfaat dan nilai ekonomi yang terdapat dalam kayu manis
             Cinnamomum burmanni atau jenis kayu manis yang paling banyak terdapat di Indonesia, kandungan yang berada di dalamnya memiliki beberapa hal, seperti :
  1. Kadar air 7,9%
  2. Minyak atsiri 2,40%
  3. Alkohol ekstrak 10-12%
  4. Abu 3,55%
  5. Serat kasar 20,30%
  6. Lemak 2,2%
Kayu Manis adalah tumbuhan berbentuk pohon yang sering dijadikan sumber rempah-rempah dalam keseharian. Dengan aroma yang khas dan rasa manis bercampur pedas, banyak orang yang menggunakan kayu manis untuk dicampurkan dengan makan untuk mendapatkan tambahan aroma. Secara umum, daerah Indonesia sangat potensial menghasilkan bermacam-macam jenis pohon dan tanaman, selain itu juga pengaruh iklim tropis di Indonesia, membuat pohon kayu manis dapat tumbuh dengan subur. Kayu manis diperoleh dengan cara mengelupas kulit yang ada dibagian luarnya serta bagian dalam, selanjutnya akan diproses dengan pengeringan. Bentuk kayu manis saat sudah menjadi kering akan berbentuk bulat dan melingkar.
Diperkirakan pasokan dunia untuk komoditi kayu manis dihasilkan dari Indonesia yang dihasilkan dari provinsi Sumatera Barat dan Jambi. Beberapa negara yang rutin menggunakan kayu manis seperti Amerika, Kanada dan Jerman. Beberapa manfaat yang dapat diperoleh dalam kayu manis dalam kesehatan, diantara untuk  mengobati penyakit radang sendi, gangguan kulit, jantung dan mengatasi perut kembung. Beberapa masyarakat sering menggunakan kayu manis untuk menghalau semut, sebab aroma yang tersebar dari pohon ini tidak disukai oleh semut.

2.3 Potensi yang terdapat pada Kayu manis
            Tanaman kayumanis (Cinnamomum burmanii) sudah lama dikembangkan di Indonesia dan merupakan salah satu komoditi rempah yang menjadi barang dagangan utama sejak zaman kolonial. Komoditi ini di ekspor melalui Penang dan Singapura dan hingga saat ini masih memiliki potensi di pasar regional dan internasional. Tanaman ini merupakan komoditas unggulan, terutama di daerah Sumatera Barat dan Kabupaten Kerinci, sebagai daerah sentra produksi kayumanis Indonesia. Di daerah ini pendapatan petani yang berasal dari hasil kayumanis sebesar 26,93% dari hasil usahataninya, atau 16,03% dari total pendapatan petani. Walaupun bukan pendapatan utama, namun fungsinya sangat penting sebagai cadangan dana untuk memenuhi kebutuhan biaya mendadak dan mahal.
            Potensi untuk mengembangkan usaha agribisnis kayumanis di Indonesia cukup besar mencakup hampir semua subsistem, baik pada subsistem agribisnis hulu (on form) maupun subsistem hilir. Potensi sumberdaya yang dimiliki Indonesia, seperti sumberdaya alam (lahan yang sesuai), teknologi, tenaga ahli, plasma nutfah bahan tanaman, serta jumlah penduduk sebagai potensi pemasaran dalam negeri, cukup memadai. Didukung oleh sistem dan manejemen produksi yang efisien dan efektif, potensi yang dimiliki tersebut dapat dimanfaatkan untuk menjadikan Indonesia sebagai produsen kayumanis bermutu nomor satu di dunia dengan daya saing yang cukup tinggi.











BAB III
KESIMPULAN
3.1 Kesimpulan
1.      Kayu manis (Cinnamomum Burmanni adalah salah satu tumbuhan asli Indonesia yang tersebar diseluruh nusantara, seperti sumatra, maluku, jawa dan papua. Tanaman kayu manis adalah tanaaman tahunan yang dimanfaatkan sebagai rempaah-rempah pada bagian kulitnya.
2.      Peningkatan penggunaan produk kayumanis termasuk diversifikasi produknya  dalam industri jamu, kosmetik, makanan dan minuman, farmasi, dan kayu membuat peluang pasar komoditi kayu manis Indonesia kian terbuka lebar.
3.  Potensi kayu dari tanaman kayumanis memenuhi persyaratan ekolabeling karena komoditi ini dibudidayakan (renewable) dengan kegunaan yang cukup luas, yaitu sebagai bahan baku perabotan rumah tangga, particle board, parquet dan lain sebagainya.
















DAFTAR PUSTAKA
Baharuddin dan Taskirawati. 2009. Buku Ajar Hasil Hutan Bukan Kayu. Universitas Hasanuddin. Makassar.

Ferry, Y. 2013. Prospek Pengembangan Kayu Manis(Cinnamomum Burmanni) di Indonesia. Jurnal Sirinov. 1(1): 11-20.

Juliarti, A. 2013. Pemanfaatan Hhbk (Hasil Hutan Bukan Kayu) dan Identifikasi   Tanaman Obat di Areal Cagar Biosfir Giam Siak Kecil, Bukit Batu Siak.      Universitas Lancang Kuning. Riau
Moko, H. 2008. Menggalakkan Hasil Hutan Bukan Kayu sebagai Produk   Unggulan. Jurnal Informasi Teknis. 6(2)


Tugas Penilaian Hutan_MNH5_171201041

Paper Penilaian Hutan                                                                                 Medan,   September 201 9 MANFAAT D...